Sabtu, 23 Februari 2013

UKM Negara Berkembang Lebih Unggul Daripada Negara Maju

HIS dan DHL Express  menemukan hal yang menarik tentang daya saing usaha kecil menengah (UKM) di negara maju dan berkembang. Dalam Penelitiannya mengungkapkan bahwa UKM di negara maju tertinggal dari UKM yang berasal dari pasar yang sedang tumbuh (emerging market) dalam hal internasionalisasi bisnis mereka.

Negara maju berdalih masih memiliki konsumsi per kapita yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pasar negara berkembang, sehingga mendorong UKM dari negara BRICM (Brazil, Rusia, India, Cina dan Meksiko) untuk melakukan bisnis internasional, penelitian menunjukkan bahwa UKM dari negara G7 menghadapi tantangan besar untuk mengembangkan bisnis internasional mereka ketika keseimbangan kekuatan tanpa bisa dicegah bergeser ke negara di kawasan timur. Secara signifikan, UKM dari negara BRICM memberi perhatian pada logistik sebagai unsur yang memberi pengaruh positif bagi  bisnis internasional mereka dibanding mitra-mitra G7 mereka, yang menunjukkan bahwa mereka lebih mengandalkan proses transportasi dan bea cukai yang efisien untuk mengatasi hambatan infrastruktur, tetapi mereka juga melihat jasa logistik sebagai pembeda kompetitif untuk bisnis mereka.

Jerry Hsu, CEO, DHL Express Asia Pasifik mengatakan dibandingkan dengan negara-negara maju, hampir dua kali lipat UKM di negara berkembang 'dilahirkan global' – melakukan perdagangan internasional dalam lima tahun sejak memulai bisnis. Para UKM ini memaksimalkan penggunaan teknologi komunikasi yang terjangkau dan jasa logistik yang efektif dan berpengalaman sehingga memungkinkan UKM untuk bersaing secara internasional. Selain menyediakan pasar baru untuk produk dan jasa mereka, perdagangan internasional juga memberikan UKM akses ke praktek dan inovasi terbaik di tingkat internasional, yang mempertajam bisnis dan operasional sehingga membuat mereka lebih kompetitif di dalam negeri.

"Dari perusahaan yang disurvei di China, India, dan Jepang, kami melihat hubungan yang kuat antara peningkatan kinerja bisnis dan perdagangan lintas batas. Sebagai fasilitator perdagangan global yang melayani lebih dari 270.000 pelanggan UKM di Asia Pasifik, kami melihat peran perdagangan internasional yang sangat besar bagi keberhasilan UKM. Kami akan terus menyesuaikan layanan dan solusi kami untuk membantu UKM di Asia Pasifik tumbuh dan bersaing dengan lebih kuat di kancah internasional," katanya.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)
Foto: sufri


Sumber : wartaekonomi.com

Siap-Siap Gelar Karpet Merah bagi UMKM (Bag IV)

Berkaca pada pengalaman 2012 dan sumbangan “amunisi” dari pakar, akademisi, dan praktisi perbankan perihal bantuan kredit bagi UMKM, maka tidak ada alasan lagi bagi para pelaku UMKM untuk tidak siap menyongsong babak baru atmosfer pengembangan usaha. Terlebih lagi, saat ini BI tengah mempersiapkan rencana mewajibkan perbankan di Indonesia untuk menyalurkan minimal 20% portofolio kreditnya ke sektor UMKM.

Asisten Direktur Departemen Kredit, BPR, dan UMKM Bank Indonesia Bandoe Widyanto, pada pelatihan wartawan ekonomi, moneter, dan perbankan di Solo, belum lama ini, mengatakan bahwa pemenuhan kredit tersebut akan diberi masa transisi hingga lima tahun.

Tahapan-tahapan pada rencana aturan izin berjenjang (multiple license) BI ini berlangsung mulai 2013 hingga 2018. Pada tahun pertama (2013–2014), porsi penyaluran masih dibebaskan kepada masing-masing bank. Setelah masa sosialisasi  awal, pada 2015, BI baru akan mewajibkan bank menyalurkan minimal 5% dari total kreditnya untuk UMKM.

Pada 2016, 2017, dan 2018, kewajiban bank secara berturut-turut perlahan naik mulai dari 10%, 15%, hingga kemudian 20%.

Bank sentral sendiri membagi empat kelompok bank berdasarkan modal yang masing-masing memiliki porsi kewajiban kredit produktif (kredit investasi dan kredit modal kerja). Bank dengan modal Rp500 miliar–1 triliun wajib menyalurkan kredit produktif sebesar 55%, yang di dalamnya termasuk 20% kredit UMKM. Bank dengan modal Rp1–5 triliun wajib menyalurkan 60% kredit produktif termasuk 20% kredit UMKM.
Sementara itu, bagi bank dengan kepemilikan modal  Rp5–30 triliun, BI mewajibkan untuk menyalurkan 65% kredit produktif termasuk 20% kredit UMKM. Adapun bank dengan modal lebih dari Rp30 triliun memiliki kewajiban menyalurkan 70% kredit produktif yang di dalamnya termasuk 20% kredit UMKM.

Periode tahapan aturan yang cukup panjang dan komprehensif ini, jelas Bandoe, adalah sebagai bentuk responsif BI bagi perbankan untuk bisa beradaptasi menyesuaikan waktu sekaligus mengatasi berbagai masalah penyaluran kredit UMKM dalam lima tahun terakhir. Dalam kacamata Bandoe, perbankan secara umum sepertinya masih diliputi kabut keraguan. Mereka cenderung tidak ingin kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) melonjak akibat sembarangan mendanai UMKM.

Memang tidak dimungkiri bahwa rasio NPL kredit UMKM secara umum relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata kredit lainnya. Meski demikian, jelas Bandoe, besarannya masih di bawah 5% sehingga tergolong cukup aman. Kalaupun masih ragu, kata Bandoe, bank tidak perlu khawatir karena bank sentral akan memberikan alternatif bagi mereka untuk menggunakan pola linkage, baik melalui channeling maupun executing dengan BPR dan/atau koperasi, misalnya.

Agar implementasi kebijakan ini memiliki pengaruh nyata bagi UMKM ke depan, lanjut Bandoe, BI pun tidak ragu menerapkan reward and punishment bagi perbankan. Bagi bank-bank yang tidak mampu merealisasikan target kredit minimum 20% bagi UMKM, maka mereka diwajibkan mengalokasikan dana sebagai biaya pelatihan kepada para pelaku industri UMKM. “Kewajiban mengadakan pelatihan akan mendekatkan bank dengan UMKM, sehingga pada masa berikutnya, bank memiliki UMKM potensial untuk diberi kredit,” ujarnya.

Sebaliknya, bagi bank yang sukses menyalurkan 20% kreditnya ke UMKM,  mereka akan memperoleh perlakuan khusus ketika ingin membuka jaringan kantor. Meski secara perhitungan alokasi modal inti, bank sudah tidak bisa membuka kantor baru, BI, melalui kegiatan supervisory analysis, bisa memberikan pengecualian. Selamat datang 2013, karpet merah bagi UMKM siap digelar. (SELESAI)

Fekum A.W
(redaksi@wartaekonomi.com)
Sumber: Warta Ekonomi No 1/2013

Sumber : wartaekonomi.co.id

KREDIT UKM: 2013, Pangsa pasar kredit mikro bisa naik jadi 34%

BALIKPAPAN--Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan memproyeksikan pangsa pasar kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan mencapai 34% sepanjang 2013 dari kondisi sebelumnya yang hanya mampu menguasai 32,5% dari total kredit yang mencapai Rp18,87 triliun.



Kepala KPw BI Balikpapan Tutuk SH Cahyono mengatakan sebelumnya penyaluran kredit untuk sektor UMKM mengalami perlambatan pertumbuhan karena disebabkan adanya perlambatan kegiatan usaha pada sektor pertambangan. Sektor perdagangan, hotel dan restoran serta  jasa dunia usaha memiliki keterkaitan erat terhadap industri pertambangan yang pada 2012 memasuki masa suram.



Menurutnya, tahun ini prospek bisnis akan kembali menanjak seiring dengan membaiknya kondisi pasar global yang mulai membaik. “Tentu akan berimbas ke regional karena akan menggairahkan kembali usaha di sini. Minimal untuk pangsa UMKM bisa mencapai 33%-34% dari total kredit,” ujarnya dalam Konferensi Pers Perkembangan Kinerja Perbankan Wilayah Kerja Balikpapan, Selasa (19/02).



BI Balikpapan mencatat penyaluran kredit UMKM pada Januari 2013 mencapai Rp6,12 triliun. Pangsa kredit UMKM terbesar disalurkan ke sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai 44%, disusul oleh sektor jasa dunia usaha sebesar 17% dan sektor konstruksi sebesar 11%.



Adapun untuk penyaluran kredit melalui program penjaminan kredit daerah (PPKD), skema penyaluran kerja sama Pemkot Balikpapan dan BPD Kaltim, mengalami perlambatan. Alasannya karena makin beragamnya skema kredit UMKM yang menjaring nasabah sektor tersebut. Hingga Januari, penyaluran PPKD tercatat telah mencapai Rp22,8 miliar dengan debitur aktif 258 orang.



Sementara untuk kredit usaha rakyat (KUR), perbankan di wilayah kerja BI Balikpapan telah menyalurkan kepada 15.300 debitur senilai Rp309,5 miliar. Berdasrkan sektor ekonominya, penyaluran KUR juga banyak terserap pada sektor hotel, perdagangan dan restoran yang mencapai 57% dan diikuti oleh sektor pertanian sebesar 13% dari total penyaluran KUR.



Permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM untuk memperoleh tambahan dana dari perbankan yakni jaminan atau agunan yang bisa diberikan kepada perbankan. Selain itu, administrasi yang belum rapi juga menjadi pertimbangan lain yang juga mempengaruhi laju penyaluran kredit bagi UMKM.



“Karena itu disebut belum bankable. Padahal ada yang visible untuk dibiayai kendati statusnya belum bankable,” tambahnya.



Untuk itu, pihaknya berharap agar pembentukan PT Jamkrida oleh pemerintah provinsi bisa segera direalisasikan. Pemkot Balikpapan pun menurutnya perlu untuk membentuk Jamkrida semacam ini untuk meluaskan jangkauan penjaminan kredit bagi pelaku usaha yang belum bankable tersebut.



Perangkat semacam ini yang menurutnya akan mendorong pertumbuhan penyaluran kredit bagi pelaku UMKM. Selain akan memacu penyaluran kredit perbankan, hal ini juga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi regional yang lebih merata. (arh)


Sumber : www.bisnis.com

Pengertian Sales dan Departemen Marketing serta Tugas dan Fungsi Sales

Pengertian Sales dan Departemen Marketing serta Tugas dan Fungsi Sales
A.      Pengertian Sales & Marketing Department
Marketing merupakan salah satu fungsi utama di antara fungsi-fungsi penting lainnya yang ada dalam suatu perusahaan seperti : administrasi, pembukuan, pembelanjaan, produksi dan personalia.    
Sihite menyebutkan bahwa Sale adalah : menawarkan sesuatu produk kepada konsumen, sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan untuk menjadikan seseorang sebagai customer atau langganan. Jadi arti sales di sini adalah penjualan.

Marketing adalah pemasaran dan apabila diterjemahkan adalah : “Usaha untuk memasyarakatkan hasil produksi perusahaan melalui berbagai cara agar hasil produksi tersebut banyak diminati oleh masyarakat luas”, (Sihite,1996:1).
Sedangkan arti dari Department adalah : bagian. Jadi Sales & Marketing Department adalah : “Bagian yang menangani penjualan dan pemasaran dalam suatu perusahaan”. Dalam hal ini produk yang dijual adalah kamar hotel beserta seluruh fasilitas dan pelayanannya.
Dalam industri perhotelan bidang pemasaran ini boleh dikatakan masih merupakan suatu hal yang relatif muda usianya bila dibandingkan dengan industri lainnya. Bagian  yang  melaksanakan penjualan dan pemasaran  kemudian  disebut Sales & Marketing Department. Definisi yang lengkap dari manajemen yang terdapat dalam Sales & Marketing Department, menurut Sihite (1996:2)  adalah ; “Merupakan suatu fungsi yang melaksanakan segala perencanaan, penugasan dan pengawasan terhadap kegiatan penjualan daripada suatu perusahaan, dalam hal penerimaan tenaga penjual (salesman), seleksi (recruiting), pengaturan latihan (training), pengarahan (supervise), pengawasan (control), pembiayaan (cost), dan motivasi para salesman”.

B.      Pengertian Sales Person
Seperti telah diutarakan bahwa pengertian Sales secara sederhana adalah penjualan.  Dalam bukunya Sihite (1996:86) menyebutkan bahwa Sales adalah Merchandise (Something to be sold) plus Service. Dalam buku yang sama juga dijabarkan mengenai Salesmanship yaitu kecakapan seorang Sales dalam menjual yang meliputi proses dalam penjualan yang dimulai dari langkah pertama sampai dengan terlaksananya suatu penjualan. Jadi pengertian Sales Person atau Salesman di sini adalah individu yang menawarkan suatu produk dalam suatu proses penjualan.
           

Fungsi dari seorang sales adalah :
  • Untuk memotivasi calon pelanggan agar ia bertindak dengan suatu cara yang dikehendaki olehnya yaitu membeli.
  • Dapat mengarahkan sasaran mana dan kepada siapa produk akan ditawarkan dan dijual.
  • Dapat meyakinkan atas manfaat dan kelebihan produk yang ditawarkan.
  • Dapat meyakinkan calon pelanggan yang diketahui ragu-ragu dalam mengambil keputusan atau menentukan pilihan.
Beberapa hal yang harus dikuasai oleh tenaga penjual / Sales person adalah (1) product knowledge, (2) price policy, (3) human relation.
1.    Product Knowledge  (pengetahuan tentang produk)
Adalah yang meliputi masalah yang berhubungan dengan keadaan fisik, jenis, ukuran, design dan warna, manfaat terhadap konsumen, bahkan kelebihannya dengan produk lain yang sama.
2.   Price Policy (kebijaksanaan harga jual)
Sejenis produk yang ditawarkan atau dijual mempunyai klasifikasi harga. Adanya suatu design harga tertentu yang ditawarkan untuk suatu volume penjualan. Apakah ada insentif tertentu (discount/commission) bagi pembeli.
3.     Human Relation.
Kemampuan tenaga penjual dalam hubungannya dengan masyarakat pasar tertentu untuk mempengaruhinya dan pada akhirnya menjadi konsumen. Pendekatan perorangan sangat membantu keberhasilan dengan ditunjang kemampuan berkomunikasi.
Setelah menguasai tiga hal penting diatas maka ada baiknya melakukan tahapan demi tahapan dalam proses penjualan. Tahapan-tahapan tersebut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh seorang Sales dalam melakukan proses penjualan yang diharapkan berujung pada keberhasilan. Langkah-langkah tersebut adalah sbb :
1.      Approach (pendekatan kepada prospek)
Pendekatan kepada calon pembeli/konsumen memerlukan persiapan dan perencanaan yang baik yang antara lain pengetahuan tentang :
  • Siapakah calon pembeli/konsumen ?
  • Apakah kebutuhan/keinginannya ?
  • Adakah kemungkinan perubahan situasi atas kebutuhan maupun produk yang ditawarkan ?
  • Siapkah kiat dengan penolakan/keberatan.
2.     Presentation (penyajian)
Dalam tahapan presentasi seorang sales harus sanggup menjual “Dirinya” dalam arti mau membantu memuaskan kebutuhan para konsumen (misalnya membantu memecahkan persoalan para calon konsumen terhadap suatu produk yang dijual). Komunikasi adalah merupakan sarana paling menentukan untuk mengetahui kebutuhan pembeli :
  • Tata bahasa yang baik
  • Courtesy / kesopanan
  • Jelas / tepat, tidak berbelit-belit
  • Memberikan ide, manfaat dan kelebihan produk.
Satu hal lain yang tak kalah pentingnya adalah First Impression atau kesan pertama kepada pelaku penjualan yang positif akan membantu kelancaran proses penjualan.

3.      Selling (menjual)
Proses menjual dari seorang sales harus dapat memberi keyakinan kepada pembeli atas manfaat dan kelebihan produk yang ditawarkan. Dengan bekal Product Knowledge dan pengembangan komunikasi yang efektif diharapkan pembeli menjadi pelaku pembeli.

4.      Closing The Sale.
Suatu transaksi penjualan terjadi karena penjualan memperoleh persetujuan dari calon pembeli untuk membeli atau menggunakan produk/jasa yang ditawarkan. Tahapan ini merupakan keberhasilan seorang penjual mempengaruhi dan meyakinkan calon pembeli. Langkah-langkah administratif untuk menutup penjualan dapat berupa : statement, order dan tanda terima pembayaran. Dalam jasa pelayanan wisata maka pembeli/konsumen akan menikmati produk wisata setelah terjadinya closing the sale.

5.      After Sales Service
Kesempurnaan dari suatu penjualan yang berhasil adalah ditutup dengan Pelayanan Purna Jual. Kegiatan tersebut antara lain  :
  • Pemberian ucapan terima kasih melalui surat, atas pembelian suatu produk   atau jasa.
  • Memberikan suatu kenang-kenangan (souvenir).
  • Mengirim kartu ucapan pada hari-hari besar atau ulang tahun.
  • Megadakan direct contact secara regular.

C.  Tugas-tugas Seorang Sales Person
Yang akan diuraikan di sini adalah tugas-tugas dari seorang sales secara umum, menurut Sihite (1996:78), yaitu :
  1. Melaksanakan kegiatan penjualan melalui telepon terhadap target konsumen (perusahaan-perusahaan perdagangan dan industri, kantor-kantor pemerintah, asosiasi perkumpulan keagamaan, olahraga, sosial, konsulat) secara sistematik, serta melengkapi laporan kegiatan untuk setiap hubungan yang dilakukan.
  2. Memelihara semua hasil analisis penjualan yang telah dibuat.
  3. Atas persetujuan pimpinan, dalam melaksanakan kerjasama dengan perwakilan perusahaan lain dalam memperoleh peluang usaha, melakukan penjualan bersama, mendiskusikan strategi dan sebagainya.
  4. Melakukan tindak lanjut pelayanan, untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.
  5. Melakukan tindak lanjut setiap kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh peluang usaha pada saat mendatang.
  6. Menghubungi humas setiap saat dan memberikan bantuan apabila diperlukan, misalnya dalam memberikan hadiah-hadiah promosi kepada para pelanggan.
  7. Melaksanankan kegiatan pemasaran lainnya sesuai dengan tugas yang diberikan oleh manajer penjualan.

Terimakasih sudah membaca artikel Pengertian Sales dan Departemen Marketing serta Tugas dan Fungsi Sales

sumber : www.sarjanaku.com

Tugas CMO (Credit Marketing Officer)

CMO (Credit Marketing Officer) adalah sebuah jabatan yang umumnya ada di sebuah perusahaan pembiayaan (finance). Adapun tugas-tugas dan tanggung jawab CMO (Credit Marketing Officer) antara lain adalah:



  1. menerima aplikasi permohonan kredit dari calon Debitor melalui Dealer yang telah menjalin kerjasama dengan Cabang,
  2. Memberikan dan membantu calon Debitor mengisi Form Aplikasi Permohonan Pembiayaan (FAPP),
  3. Menawarkan kepada calon Debitor price list/paket pembiayaan perusahaan yang telah disetujui oleh Kantor Pusat atau membantu calon Debitor menghitung besarnya angsuran yang diinginkan,
  4. Mengarahkan calon Debitor pada struktur kredit yang terbaik bagi perusahaan dan calon Debitor,
  5. Melakukan pengecekan fisik kendaraan dengan STNK & BPKB asli, jika ada permohonan kredit untuk unit bekas,
  6. Menyiapkan kelengkapan dokumen-dokumen dan data-data yang dibutuhkan untuk melakukan survey,
  7. Melakukan survey ke rumah calon Debitor, dan melakukan survey ke tempat usaha calon Debitor (jika ada usaha),
  8. Melakukan verifikasi terhadap kebenaran dan legalitas dokumen-dokumen persyaratan kredit yang diberikan oleh calon Debitor dengan memberikan stempel “COPY SESUAI ASLI” pada semua dokumen persyaratan kredit yang diperoleh,
  9. Melengkapi dokumen persyaratan kredit yang masih belum diserahkan oleh Debitor (Memo Pending) dalam waktu yang telah ditentukan oleh perusahaan,
  10. Memberikan rekomendasi terhadap permohonan aplikasi kredit dari calon Debitor setelah melakukan survey

Sumber : jobdeskripsi.blogspot.com

Tips Menggunakan Konsultan Keuangan

Saran akurat, tepat waktu, objektif, dengan referensi informasi memadai yang diberikan konsultan profesional bisa menghemat uang Anda hingga ribuan dolar. Ribuan dolar yang bisa saja hilang akibat keputusan investasi yang buruk. Konsultan profesional tahu bagaimana cara mengelola uang Anda dengan disiplin yang baik. Tapi, sebelum Anda merelakan uang Anda untuk dikelola orang lain, pastikan dia bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
Pertanyaan untuk Konsultan Keuangan Anda
”Akankah Anda tanyakan utang dan kewajiban saya?”
Tiap konsultan yang bekerja sepantas bayarannya akan berusaha memperoleh gambaran lengkap keuangan Anda sebelum menawarkan saran keuangan apa pun.
”Bagaimana produk/aksi yang Anda rekomendasikan bisa membantu saya mencapai tujuan-tujuan saya?”
Memang, duduk diam dan membiarkan konsultan Anda menangani urusan-urusan Anda itu jauh lebih mudah. Cukup terima bunga pasif di akhir investasi. Cukup tahu sepintas lalu bagaimana uang Anda bekerja. Tak lebih. Mudah sekali. Masalahnya, pengembalian investasi itu terkait langsung dengan pencapaian tujuan-tujuan Anda. Kalau ingin Anda dan konsultan Anda tetap fokus di jalur yang benar, tanyakan pertanyaan ini!
Bagaimana struktur biaya produk atau transaksi ini?”
Sebagai konsumen, kita wajib tahu–sejelas-jelasnya–apa yang kita beli dengan uang kita. Memahami segala biaya yang akan Anda tanggung harus dicantumkan dalam strategi investasi Anda. Bagi kebanyakan konsumen, ini membingungkan. Jadi pastikan konsultan membantu Anda memahami detailnya.
Tapi ingat, isu terbesar mestinya bukan berapa total biaya. Hasil yang Anda peroleh setelah dipotong segala biaya, itulah yang menentukan apakah investasi tertentu layak Anda pilih.
Berapa lama Anda menekuni bisnis ini?”
Pengalaman bukan jaminan. Tapi seorang konsultan yang mendedikasikan beberapa tahun dari hidupnya untuk pekerjaan ini biasanya lebih sanggup mengenali potensi risiko dan jebakan beragam produk investasi.
Apa kualifikasi Anda?”
Di banyak negara konsultan harus mengantungi lisensi sebelum berpraktik. Kalau syarat ini tidak diwajibkan di negara Anda, pertimbangkan jasa konsultan dari institusi keuangan yang mapan dan bereputasi baik.
Apa spesialisasi Anda dan bagaimana spesialisasi itu akan membantu saya?”
Kalau konsultan Anda berspesialisasi di area-area tertentu, cari tahu apakah keahliannya itu relevan dengan portfolio investasi yang Anda harapkan.
Bagaimana cara Anda membantu saya memaksimalkan pengembalian terkait keberanian saya menanggung risiko?”
Anda mungkin sudah mengisi kuesioner untuk membantu konsultan Anda memastikan tingkat toleransi risiko Anda, tapi satu rencana belum tentu baik untuk semua orang. Jangan ragu untuk bertanya hingga mendetail; pilihan-pilihan lain mungkin saja terbuka setelahnya.
Seberapa sering portfolio saya dinilai ulang?”
Alokasi aset Anda berubah-ubah, tergantung tahap kehidupan Anda dan kondisi-kondisi ekonomi eksternal. Bersama konsultan Anda, nilai ulang portfolio setidaknya tiap 6 bulan. Kalau memang perlu, lakukan penyesuaian alokasi aset.
Bagaimana cara Anda memperoleh ide-ide investasi baru? Di mana Anda menginvestasikan uang Anda?”
Seorang konsultan yang baik bukan cuma mengandalkan kiat-kiat dari manajer investasi. Cari tahu apakah konsultan Anda terkait dengan organisasi tertentu yang bisa mempengaruhi penilaian profesionalnya.

sumber:  mywealth.co.id

Tugas Konsultan Keuangan

Konsultan keuangan adalah seseorang yang akan berdiskusi dengan Anda tentang tujuan-tujuan keuangan Anda, lantas membantu Anda merancang cara mencapainya. Dia terlatih untuk membantu Anda mengatasi beragam masalah keuangan dan memaksimalkan aset keuangan.

Konsultan keuangan biasanya mulai bekerja dengan mengumpulkan segala informasi relevan dari Anda. Dia akan membantu Anda mengidentifikasi tujuan-tujuan penting dalam hidup. Dia juga menilai aset maupun status keuangan Anda saat ini. Semua informasi itu akan digunakannya untuk merancang strategi keuangan terbaik, yang kemudian dia sarankan pada Anda, supaya tujuan-tujuan itu tercapai. Lingkup kerja konsultan keuangan meliputi perencanaan keuangan, manajemen pajak dan arus kas, perencanaan warisan, serta kebutuhan keuangan lainnya.

Berhubungan dengan konsultan keuangan biasanya tidak cukup sehari dua hari. Anda mungkin butuh bertemu dengannya secara berkala, dalam rentang waktu relatif panjang, mengingat dia harus menilai dan melaporkan status keuangan Anda secara berkala serta, kalau memang dibutuhkan, mengubah strategi dalam rencana keuangan Anda. 
 
Tapi, kalau Anda mau, konsultan keuangan bisa juga bekerja mengatasi satu masalah tertentu, seperti menilai dan mengkonsolidasi polis-polis asuransi Anda, atau merencanakan masa depan terbaik dan lebih aman untuk anak-anak Anda
 
sumber : mywealth.co.id

Konsultan kredit umkm, solusi tepat usaha anda

100 juta – 500 juta – 1 milyar akan cair di tangan anda

Hot Line 021 4085 9152