Tampilkan postingan dengan label Berita UKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita UKM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2013

KUR di Maluku Tersalurkan Rp476,2 Miliar untuk Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja

Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersalurkan di Provinsi Maluku sampai dengan Februari 2013, mencapai Rp476,2 miliar, terdiri atas kredit investasi sebesar Rp72,7 miliar dan kredit modal kerja Rp403,5 miliar.

"KUR tersebut disalurkan kepada 28.780 debitur, masing-masing kredit investasi sebanyak 2.171 debitur dan kredit modal kerja 26.609 debitur," kata Ocky Ganesia, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, di Ambon, Rabu.

Ia mengatakan, kredit bermasalah (NPL) sangat rendah, hanya 3,33 persen jauh di bawah ambang batas sebesar 5 persen.

Menurut Ocky, tercatat ada enam bank penyalur KUR, yakni BRI, BTN, Bank Mandiri, BNI, Bank Maluku dan Bank Syariah Mandiri.

KUR yang disalurkan tersebut untuk membiayai usaha pertanian, pertambangan, perindustrian, perdagangan, listrik, gas dan air, konstruksi, hotel dan restoran, pengangkutan, sektor jasa dunia usaha serta jasa sosial.

"KUR disalurkan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi yang usahanya layak tapi tidak mempunyai agunan yang cukup sesuai persyaratan yang ditetapkan oleh perbankan, untuk memudahkan pengusaha kecil memperoleh modal usaha," ucapnya.

Ia menjelaskan, KUR yang disalurkan untuk modal kerja berjangka waktu tiga tahun dan dapat diperpanjang maksimal enam tahun, sedangkan untuk kredit investasi minimal lima tahun dengan perpanjangan waktu maksimal sepuluh tahun.


Keberhasilan KUR sangat tergantung kerjasama yang baik dengan instansi teknis terutama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertugas mempersiapkan UMKM dan Koperasi yang usahanya produktif baik.

"Yang terpenting melakukan pembinaan dan pendampingan selama masa kredit atau pembiayaan," ujarnya.

Ocky menambahkan, dalam prosesnya, sebelum menyalurkan KUR, bank - bank terlebih dahulu menilai kelayakan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan lembaga penjamin kredit bertugas memberikan persetujuan kredit kepada bank pelaksana, sesuai perjanjian kerja sama yang dibuat antara Lembaga Penjamin Kredit dan Bank Pelaksana.

Bank Indonesia melakukan focus group diskusi (FGD) dengan bank pelaksana untuk mengidentifikasi permasalahan dalam penyaluran KUR, sosialisasi kepada calon debitur, dan melakukan kajian sektor prioritas terutama peningkatan penyaluran kredit.

"Kami menginformasikan komuditas produk dan jasa unggulan, melakukan penelitian pola pembiayaan termasuk mendorong pengembangan konsultan keuangan mitra bank," ujar Ocky Ganesia

(ea/EA/bd-ant)

Pic:ant

Sumber : beritadaerah.com


Peranan Konsultan Tingkatkan Daya Saing UMKM


Ditengah persaingan yang semakin ketat, pengusaha tidak hanya dituntut memiliki modal yang kuat saja. Mereka juga harus memiliki wawasan yang luas dan paham perkembangan IT. Sehingga apapun perkembangan dunia bisnis bisa diikuti dan di update terutama membentuk jaringan (networking).

Namun tidak banyak pengusaha yang memiliki pemahaman seperti ini. Terutama dari kalangan UMKM. Mereka umumnya kurang menganggap penting keberadaan networking dan IT. Kebanyakan mereka hanya berpikir sederhana, bagaimana bisa memperoduksi dan bisa memasarkan dengan cepat.

Padahal, ditengah persaingan yang semakin ketat serta santernya serbuan produk asing terutama dari China ke Indonesia, keberadaan networking sangat diperlukan. Tentu saja kualitas dan desain produk yang selalu up date juga ikut menentukan.

Lantas bagaimana agar para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) melek terhadap perkembangan industri yang begitu cepat sehingga mereka bisa melakukan perencanaan usahanya dengan baik dan benar. Disinilah peran konsultan manajemen sangat diperlukan.

Menurut Suzie Sugijokanto, Counsultant & Business Trainer, konsultan manajemen akan memberikan masukan-masukan yang penting dan diperlukan bagi pengusaha UKM sejak perencanaan awal, persiapan produksi, mulai produksi, packaging, hingga memasarkannya. Tidak sampai disini, konsultan manajemen juga akan mendampingi bagaimana pengusaha mengelolah keuangannya dengan baik sehingga efisiensi disegala lini bisa ditingkatkan.

�Dengan begitu, pengusaha akan mampu mengembangkan usahanya sekaligus tangguh menghadapi persaingan� kata Suzie, kemarin.

Peran konsultan manajemen juga terus memotivasi para pengusaha agar tidak membuang setiap kali ada kesempatan. Selama ini, umumnya mereka baru akan memulai ketika usaha tertentu sudah jadi trend dan banyak dilakukan orang. Jarang sekali ada pengusaha yang berpikir mau jadi pioneer dengan berani menanggung resiko.

Konsultan manajemen juga diperlukan pengusaha besar. Namun dibanding dengan UKM, pengusaha besar umumnya sudah aware dengan peran konsultan. Sehingga tidak jarang kita melihat ada perusahaan yang memiliki beberapa konsultan dengan bidang yang berbeda-beda seperti konsultan keuangan, konsultan marketing, konsultan perpajakan, , konsultan hukum, konsultan pengembangan usaha dll.

�Bahkan mereka (pengusaha besar) berani membayar mahal para konsultan. Karena mereka sadar peran konsultan memang diperlukan. Sikap begini harus mulai dikembangkan di kalangan UKM sehingga mereka juga bisa leading di kelasnya,� tandas perempuan yang telah sukses menangani beberapa perusahaan UKM dan besar ini.

Motivator yang belakangan banyak mengemuka di kota besar pada dasarnya adalah konsultan. Tugas mereka adalah terus memotivasi para pengusaha bagaimana bisa menjadi pengusaha yang handal dan sukses pada masa mendatang. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa sebenarnya keberadaan mereka sangat diperlukan terutama yang sudah memiliki banyak pengalaman menangani perusahaan bermasalah dan terbukti sukses menyehatkan. sb

Sumber http://www.surabayapagi.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b8129829623d26012cad8dff54f87f60679befce65

Senin, 18 Maret 2013

UKM Indonesia Cukup Unggul di ASEAN

Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia cukup unggul di kalangan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN). Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarifuddin Hasan menyebutkan beberapa UKM yang cukup unggul antara lain bergerak di bidang furniture dan handicraft.

UKM tersebut, kata dia, perlu didukung dari sisi permodalan. Ia mengatakan beberapa produk UKM yang sudah dikenal sering kali tidak bisa memenuhi pesanan karena kekurangan modal. Padahal, produknya sudah cukup diminati pasar.

"Kadang pelaku usaha kita sudah mempromosikan barangnya, begitu dapat order malah bingung karena modalnya tidak ada," kata dia saat ditemui di sela-sela simposium Indonesia-Japan Relation and Economic Integration in East Asia, Senin (4/3).

Keterbatasan modal ini menurut Syarif menjadi salah satu hambatan. Namun, ia optimis dalam persaingan dengan negara ASEAN, produk UKM Indonesia cukup unggul karena Indonesia memiliki sentuhan astistik dan budaya yang lebih kaya.

Lebih lanjut, Syarif mengatakan UKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dalam konteks ASEAN Economic Community (AEC) atau pasar tunggal ASEAN pada 2015 mendatang, UKM lokal dikonsentrasikan untuk mengisi pasar dalam negeri. UKM yang sudah memiliki kapasitas lebih baik, disarankan untuk ekspansi mengisi pasar di luar negeri.

"Yang paling penting adalah kita menjadi market leader di pasar dalam negeri. Pasar dalam negeri sangat luas," ujar Syarief.

sumber repulika

Kadin Gaet PT Kembangkan UKM Daerah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan akan segera menggaet perguruan tinggi (PT) untuk mendorong inovasi guna mengembangkan potensi usaha kecil dan menengah di daerah.

"Kadin bersama dengan IPB, misalnya atau perguruan tinggi lain, akan bangun 'pilot project' (proyek percontohan) di beberapa daerah," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM dan Koperasi Erwin Aksa dalam seminar Inovasi untuk Pemberdayaan Usaha di Daerah di Jakarta, Selasa (5/3).

Menurut Erwin, ada banyak UKM yang berpotensi dan memiliki potensi baik di daerah atau di kota besar. Potensi yang besar itu, lanjutnya, ada di bidang konsumsi dan agrobisinis yang sesuai dengan kondisi alam Indonesia sekaligus merupakan bidang yang mampu menyentuh pengusaha UKM.

"Dengan melibatkan perguruan tinggi, kami harap nanti inovasi akan bisa disalurkan ke pengusaha kecil di daerah untuk meningkatkan produktivitas pengusaha kita," ujarnya.

Meski demikian, mayoritas UKM, menurut dia, masih terkendala modal, teknologi dan produktivitas. Apalagi banyak pengusaha yang masih menggunakan cara produksi tradisional.

Selain itu, pola pikir mengenai inovasi di mata pengusaha daerah masih sulit diubah. Padahal, inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing produk lokal sebelum "digempur" oleh pasar asing.

Indonesia, berdasarkan data di Bank Dunia, hanya mengalokasikan sekitar 0,08 persen produk domestik bruto untuk mengembangkan inovasi. Sementara, negara lain seperti China dan Israel bahkan mengucurkan 1,47 persen dan 4,66 persen dari PDB mereka.

Di sisi lain, posisi Indonesia dalam "The Global Innovation Index 2012" masih berada di ranking 100, jauh di bawah Malaysia yang menempati posisi ke-32. "Karena itu harus dikawal bagaimana pilot project-nya nanti, bagaimana mengatur patennya, dan sebagainya," ucapnya.

Sumber Repulika

Kemenkop UKM Buka Akses Pembiayaan Permodalan

Pemerintah berkomitmen membuka akses pembiayaan dan permodalan untuk para wirausaha baru. Akses biaya ini diperoleh dari sektor formal dan informal.

Melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), pemerintah menyediakan 20 ribu sertifikat tanah untuk digunakan sebagai agunan. "Segala persyaratan dibuat  menjadi lebih sederhana," ujar Asisten Deputi Bidang Pembiayaan Kementrian Koperasi dan UKM, Tamim Saefudin di Crowne Plaza Hotel, Kamis (7/3).

Fasilitas ini dikelola oleh Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) yang langsung dibawahi Kementian Koperasi dan UKM. Pengusaha bisa datang langsung ke kantor LPDB yang berada di daerah MT Haryono, Jakarta. Kantor ini merupakan satu-satunya kantor LPDB yang ada. Namun jika dalam satu daerah terdapat 20 pengusaha yang akan menggunakan akses ini, maka layanan LPDB bisa didatangkan ke daerah.

Kementerian UKM juga berencana membuka lima cabang LPDB di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga menjalin kemitraan dengan bank sebagai lembaga konsultasi untuk pengusaha baru.

Dalam rangka memperluas sumber pendanaan, tersedia pula program kredit usaha rakyat dan pinjaman dalam bentuk surat utang pemerintah. Terdapat dua lembaga penjaminan kredit, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Surat utang pemerintah dapat digunakan untuk kredit usaha mikro kecil. Kredit ini digunakan untuk biaya usaha dengan modal Rp 50 juta hingga Rp 500 juta. Bunga untuk pinjaman ini dibatasi tidak lebih dari 7 persen.

Sumber pendanaan lainnya didapat dari masyarakat. Pelaku usaha mikro bisa memanfaatkan sumber ini dalam melakukan penumbuhan kegiatan usaha sampai dengan pengembangan usaha. Sumber tersebut  bisa  digunakan untuk segala jenis usaha termasuk waralaba. LPDB pun menyediakan sumber dana alternatif berbasis syariah.

"Peminat waralaba terbuka untuk menggunakan semua fasilitas ini," ujar Tamim.

sumber Republika

Konsultan kredit umkm, solusi tepat usaha anda

100 juta – 500 juta – 1 milyar akan cair di tangan anda

Hot Line 021 4085 9152