Tampilkan postingan dengan label Konsultan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsultan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2013

Peranan Konsultan Tingkatkan Daya Saing UMKM


Ditengah persaingan yang semakin ketat, pengusaha tidak hanya dituntut memiliki modal yang kuat saja. Mereka juga harus memiliki wawasan yang luas dan paham perkembangan IT. Sehingga apapun perkembangan dunia bisnis bisa diikuti dan di update terutama membentuk jaringan (networking).

Namun tidak banyak pengusaha yang memiliki pemahaman seperti ini. Terutama dari kalangan UMKM. Mereka umumnya kurang menganggap penting keberadaan networking dan IT. Kebanyakan mereka hanya berpikir sederhana, bagaimana bisa memperoduksi dan bisa memasarkan dengan cepat.

Padahal, ditengah persaingan yang semakin ketat serta santernya serbuan produk asing terutama dari China ke Indonesia, keberadaan networking sangat diperlukan. Tentu saja kualitas dan desain produk yang selalu up date juga ikut menentukan.

Lantas bagaimana agar para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) melek terhadap perkembangan industri yang begitu cepat sehingga mereka bisa melakukan perencanaan usahanya dengan baik dan benar. Disinilah peran konsultan manajemen sangat diperlukan.

Menurut Suzie Sugijokanto, Counsultant & Business Trainer, konsultan manajemen akan memberikan masukan-masukan yang penting dan diperlukan bagi pengusaha UKM sejak perencanaan awal, persiapan produksi, mulai produksi, packaging, hingga memasarkannya. Tidak sampai disini, konsultan manajemen juga akan mendampingi bagaimana pengusaha mengelolah keuangannya dengan baik sehingga efisiensi disegala lini bisa ditingkatkan.

�Dengan begitu, pengusaha akan mampu mengembangkan usahanya sekaligus tangguh menghadapi persaingan� kata Suzie, kemarin.

Peran konsultan manajemen juga terus memotivasi para pengusaha agar tidak membuang setiap kali ada kesempatan. Selama ini, umumnya mereka baru akan memulai ketika usaha tertentu sudah jadi trend dan banyak dilakukan orang. Jarang sekali ada pengusaha yang berpikir mau jadi pioneer dengan berani menanggung resiko.

Konsultan manajemen juga diperlukan pengusaha besar. Namun dibanding dengan UKM, pengusaha besar umumnya sudah aware dengan peran konsultan. Sehingga tidak jarang kita melihat ada perusahaan yang memiliki beberapa konsultan dengan bidang yang berbeda-beda seperti konsultan keuangan, konsultan marketing, konsultan perpajakan, , konsultan hukum, konsultan pengembangan usaha dll.

�Bahkan mereka (pengusaha besar) berani membayar mahal para konsultan. Karena mereka sadar peran konsultan memang diperlukan. Sikap begini harus mulai dikembangkan di kalangan UKM sehingga mereka juga bisa leading di kelasnya,� tandas perempuan yang telah sukses menangani beberapa perusahaan UKM dan besar ini.

Motivator yang belakangan banyak mengemuka di kota besar pada dasarnya adalah konsultan. Tugas mereka adalah terus memotivasi para pengusaha bagaimana bisa menjadi pengusaha yang handal dan sukses pada masa mendatang. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa sebenarnya keberadaan mereka sangat diperlukan terutama yang sudah memiliki banyak pengalaman menangani perusahaan bermasalah dan terbukti sukses menyehatkan. sb

Sumber http://www.surabayapagi.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b8129829623d26012cad8dff54f87f60679befce65

Kamis, 07 Maret 2013

55,2 Juta UMKM Butuh Konsultan Pendamping

SEBANYAK kurang lebih 55,2 juta unit pelaku UMKM dan 172 ribu koperasi di Indonesia butuh tenaga pendamping, sementara jumlah tenaga pendamping atau konsultan di tanah air masih sangat terbatas. Demikian ungkap Asdep pemberdayaan lembaga pengembangan bisnis (LPB) Kemenkop UKM RI, Akhmad Zabadi, saat penutupan bimbingan dan konsultasi standar kompetensi konsultan/LPB di Fave Hotel Solo (31/3/2012).

Untuk mengatasi hal ini Kemenkop UKM RI melakukan sertifkasi dan standardisasi kompetensi konsultan atau business development service (BDS) agar bisa bekerja mendampingi UMKM secara profesional. “Pemerintah saat ini akan mengurangi perannya sebagai pembina teknis dalam pendampingan UMKM, selanjutnya akan mengoptimalkan peran konsultan UMKM dan lembaga pengembangan bisnis agar profesional dalam melakukan pendampingan,”tambah Akhmad Zabadi.
Keberadaan konsultan dan lembaga pengembangan bisnis keberadaannya telah diatur dalam UU 25/1992 tentang Perkoperasian dan UU 20/2008 tentang UMKM. Di dalam dua UU tersebut dinyatakan perlunya lembaga pemberdayaan dan pengembangan koperasi dan UMKM.

Keberadaan konsultan/lembaga pendamping Lembaga Pengembangan Bisnis/Business Development Service-Provider (LPB/BDS-P) ini menjadi solusi alternative dalam memfasilitasi KUMKM dalam mengembangkan usahanya, terutama mengatasi kendala keterbatasan dalam hal manajemen usaha, akses pada sumber daya produktif, promosi, pemasaran, inovasi dan teknologi.(*)Citizen Reporter
Bahrul ulum Ilham (Konsultan UMKM Makassarperenur)
Melaporkan dari kota Solo, Jawa Tengah



Sabtu, 23 Februari 2013

Tips Menggunakan Konsultan Keuangan

Saran akurat, tepat waktu, objektif, dengan referensi informasi memadai yang diberikan konsultan profesional bisa menghemat uang Anda hingga ribuan dolar. Ribuan dolar yang bisa saja hilang akibat keputusan investasi yang buruk. Konsultan profesional tahu bagaimana cara mengelola uang Anda dengan disiplin yang baik. Tapi, sebelum Anda merelakan uang Anda untuk dikelola orang lain, pastikan dia bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
Pertanyaan untuk Konsultan Keuangan Anda
”Akankah Anda tanyakan utang dan kewajiban saya?”
Tiap konsultan yang bekerja sepantas bayarannya akan berusaha memperoleh gambaran lengkap keuangan Anda sebelum menawarkan saran keuangan apa pun.
”Bagaimana produk/aksi yang Anda rekomendasikan bisa membantu saya mencapai tujuan-tujuan saya?”
Memang, duduk diam dan membiarkan konsultan Anda menangani urusan-urusan Anda itu jauh lebih mudah. Cukup terima bunga pasif di akhir investasi. Cukup tahu sepintas lalu bagaimana uang Anda bekerja. Tak lebih. Mudah sekali. Masalahnya, pengembalian investasi itu terkait langsung dengan pencapaian tujuan-tujuan Anda. Kalau ingin Anda dan konsultan Anda tetap fokus di jalur yang benar, tanyakan pertanyaan ini!
”Bagaimana struktur biaya produk atau transaksi ini?”
Sebagai konsumen, kita wajib tahu–sejelas-jelasnya–apa yang kita beli dengan uang kita. Memahami segala biaya yang akan Anda tanggung harus dicantumkan dalam strategi investasi Anda. Bagi kebanyakan konsumen, ini membingungkan. Jadi pastikan konsultan membantu Anda memahami detailnya.
Tapi ingat, isu terbesar mestinya bukan berapa total biaya. Hasil yang Anda peroleh setelah dipotong segala biaya, itulah yang menentukan apakah investasi tertentu layak Anda pilih.
”Berapa lama Anda menekuni bisnis ini?”
Pengalaman bukan jaminan. Tapi seorang konsultan yang mendedikasikan beberapa tahun dari hidupnya untuk pekerjaan ini biasanya lebih sanggup mengenali potensi risiko dan jebakan beragam produk investasi.
”Apa kualifikasi Anda?”
Di banyak negara konsultan harus mengantungi lisensi sebelum berpraktik. Kalau syarat ini tidak diwajibkan di negara Anda, pertimbangkan jasa konsultan dari institusi keuangan yang mapan dan bereputasi baik.
”Apa spesialisasi Anda dan bagaimana spesialisasi itu akan membantu saya?”
Kalau konsultan Anda berspesialisasi di area-area tertentu, cari tahu apakah keahliannya itu relevan dengan portfolio investasi yang Anda harapkan.
”Bagaimana cara Anda membantu saya memaksimalkan pengembalian terkait keberanian saya menanggung risiko?”
Anda mungkin sudah mengisi kuesioner untuk membantu konsultan Anda memastikan tingkat toleransi risiko Anda, tapi satu rencana belum tentu baik untuk semua orang. Jangan ragu untuk bertanya hingga mendetail; pilihan-pilihan lain mungkin saja terbuka setelahnya.
”Seberapa sering portfolio saya dinilai ulang?”
Alokasi aset Anda berubah-ubah, tergantung tahap kehidupan Anda dan kondisi-kondisi ekonomi eksternal. Bersama konsultan Anda, nilai ulang portfolio setidaknya tiap 6 bulan. Kalau memang perlu, lakukan penyesuaian alokasi aset.
”Bagaimana cara Anda memperoleh ide-ide investasi baru? Di mana Anda menginvestasikan uang Anda?”
Seorang konsultan yang baik bukan cuma mengandalkan kiat-kiat dari manajer investasi. Cari tahu apakah konsultan Anda terkait dengan organisasi tertentu yang bisa mempengaruhi penilaian profesionalnya.

sumber:  mywealth.co.id

Tugas Konsultan Keuangan

Konsultan keuangan adalah seseorang yang akan berdiskusi dengan Anda tentang tujuan-tujuan keuangan Anda, lantas membantu Anda merancang cara mencapainya. Dia terlatih untuk membantu Anda mengatasi beragam masalah keuangan dan memaksimalkan aset keuangan.

Konsultan keuangan biasanya mulai bekerja dengan mengumpulkan segala informasi relevan dari Anda. Dia akan membantu Anda mengidentifikasi tujuan-tujuan penting dalam hidup. Dia juga menilai aset maupun status keuangan Anda saat ini. Semua informasi itu akan digunakannya untuk merancang strategi keuangan terbaik, yang kemudian dia sarankan pada Anda, supaya tujuan-tujuan itu tercapai. Lingkup kerja konsultan keuangan meliputi perencanaan keuangan, manajemen pajak dan arus kas, perencanaan warisan, serta kebutuhan keuangan lainnya.

Berhubungan dengan konsultan keuangan biasanya tidak cukup sehari dua hari. Anda mungkin butuh bertemu dengannya secara berkala, dalam rentang waktu relatif panjang, mengingat dia harus menilai dan melaporkan status keuangan Anda secara berkala serta, kalau memang dibutuhkan, mengubah strategi dalam rencana keuangan Anda. 
 
Tapi, kalau Anda mau, konsultan keuangan bisa juga bekerja mengatasi satu masalah tertentu, seperti menilai dan mengkonsolidasi polis-polis asuransi Anda, atau merencanakan masa depan terbaik dan lebih aman untuk anak-anak Anda
 
sumber : mywealth.co.id

Konsultan kredit umkm, solusi tepat usaha anda

100 juta – 500 juta – 1 milyar akan cair di tangan anda

Hot Line 021 4085 9152